Budaya Bima
TARI WURA BONGI MONCA
Tari wura bongi atau bisa disebut tarian selamat datang adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari bima yang tujuannya untuk menyambut tamu yang datang berkunjung. Awal dimulainya tari ini yaitu pada masa pemerintahan Sultan Abdul Kahir Sirajuddin, Sultan Bima ke-2(1640-1642 M)
BUDAYA RIMPU
Budaya rimpu adalah salah satu kebiasaan wanita di bima dimana mereka memakai sarung tenun khas untuk menutupi auratnya, atau dalam bahasa bimanya disebut rimpu. Pada zaman dahulu rimpu ini wajib bagi kaum wanita, dan ini juga sebagai simbol dari wanita asli bima. Budaya rimpu muncul sejak tahun 1940 M seirinng dengan berkembangnya islam di daerah Bima.
PACUAN KUDA
Pacuan kuda ini diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Yaitu pada hari hari besar seperti hari Proklamasi dan Sumpah Pemuda. Tidak hanya orang orang bima saja yang ikut dalam perlombaan ini, ada yang dari dompu, sumbawa, hingga lombok. Hadiahnya juga tidak sedikit loh, bagi yang mendapatkan juara mendapatkan hadiah sebuah sepeda motor, sepasang anak sapi, dan masih banyak hadiah lainnya.
Makanan Khas
IKAN ASAM MANIS
Bahan utamanya dari ikan, yang dimasak dengan campuran bumbu bumbu. ikan berkuah asam, manis, pedas dan tambahan aroma daun kemangi
SAYUR BENING DAUN KELOR
Bahan utamanya dari daun kelor, dimasak biasa serta dicampur sedikit dengan penyedap rasa. bagi orang bima yang, ketika melihat pohonnya pasti teringat dengan sayur yang satu ini
Ciri Khas
TENUN IKAT BIMA
Kerajinan pembuatan sarung ini sudah ada sejak abad ke-15, dilakukan secara turun temurun. biasanya pagi para pengrajin ini adalah ibu ibu, karena zaman dulu wanita hanya dirumah, maka mereka mengisi waktu kosongnya dengan menenun sarung. Harganyapun bisa dikatakan mahal, berkisar Rp350.000-500.000.
dan masih banyak lagi kebudayaan, makanan, ciri khas yang ada di daerah bima. Bagi yang penasaran atau benar benar pengen tau silahkan cari tau sendiri. Caranya? ya ke Bima langsung. hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar